Tahukah kalian, rancangan papan kayu yang menjulang dan terlihat kumuh saat awal mula pembangunan dimulai itu memiliki nama? Perkenalkan, Bekisting namanya.

Bekisting adalah rancangan yang dibuat sebagai cetakan sementara pada pekerjaan konstruksi. Bekisting menjadi penopang adukan beton dalam pembentukan sebuah rangka gedung, baik itu kolom, lantai, balok dan lain-lain. Pembuatan bekisting memerlukan cukup banyak waktu, tenaga, juga biaya yang akan dihabiskan, mulai dari pemotongan rangka, pencetakan serta perakitan bekisting. Bekisting biasa digunakan untuk satu sampai tiga kali pakai saja dan ini disebut sebagai Bekisting konvensional. Seiring dengan kemajuan teknologi terdapat inovasi yang berhasil dikembangkan dalam dunia konstruksi yaitu penggunaan bekisting semi sistem, dan bekisting sistem yang merupakan bekisting dengan menggunakan plat dan besi sehingga bekisting dapat digunakan beberapa kali pada pekerjaan konstruksi yang lain.
PT.Cakrawala Inti Nusantara menggunakan kedua metode bekisting untuk menyelesaikan pekerjaan bangunan kami, lalu, apa perbedaan dan manfaat masing-masing jenis bekisting ini?
BEKISTING KONVENSIONAL
1. Material

Perbedaan paling mencolok pada jenis-jenis bekisting adalah dari penggunaan bahan nya. Bekisting konvensional menggunakan kayu sebagai bahan utama, penggunaan kayu dalam bekisting konvensional setelah selesai digunakan dapat dibongkar dan dilepaskan menjadi bagian-bagian dasar dan dapat disusun kembali dalam sebuah bentuk lain.
2. Biaya
Penggunaan biaya dalam dunia konstruksi menjadi faktor yang cukup penting, bekisting konvensional cenderung tidak membutuhkan biaya yang cukup besar. Harga material kayu dalam bekisting konvensional lebih murah dibandingkan dengan bekisting semi sistem.
3. Waktu
Pengerjaan bekisitng konvensional memerlukan waktu yang cukup lama, misal contoh dalam sebuah pengerjaan kolom dengan volumen 441,46M2 perancangan bekisting konvensional membutuhkan waktu 5 hari pengerjaan. Dalam pengerjaan bekisting balok dengan Volume 585,72 M2 menghabiskan waktu 7 hari pengerjaan.
4. Jumlah Pekerja
Jumlah pekerja dalam penggunaan bekisting konvensional membutuhkan lebih banyak pekerja, mulai dari pemasangan hingga pembongkaran, dikarenakan bekisting konvensional menggunakan material satuan yang dibutuhkan perakitan cukup lama.
BEKISTING SEMI SISTEM
1. Material

Bekisting semi sistem menggunakan material plat besi sebagai bahan utama, bekisting ini dapat digunakan pada berbagai macam pembangunan, dengan elemen yang dibuat dengan plat besi sehingga dapat digunakan berulang kali.
2. Biaya
Penggunaan biaya dalam bekisting semi sistem cukup mahal, karena terdapat biaya penyusutan alat dan biaya langsung serta biaya tidak langsung, seperti biaya perawatan bekisting semi sistem.
3. Waktu
Pengerjaan bekisting semi sistem tidak memakan waktu lama, contoh dalam pengerjaan kolom dengan volume 441,46 M2 bekisting semi sistem hanya mebutuhkan waktu selama 4 hari. Dalam pengerjaan bekisting balok dengan volume 585,72 M2 hanya membutuhkan waktu 5 hari.
4. Jumlah Pekerja
Jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam penggunaan bekisting semi sistem lebih sedikit, rangka yang sudah dicetak dengan sedemikian rupa sehingga proses pemasangan dan pembongkaran lebih cepat.
PT.Cakrawala Inti Nusantara terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia konstruksi, contoh kecil dalam penggunaan bekisting semi sistem kami pada proyek PT.Berlian Amal Perkasa New Yard adalah pembuatan tutup U-Ditch.
Penggunaan bekisting semi sistem ini membantu kami dalam mewujudkan pembangunan yang cepat, dengan kualitas yang baik.
PT. Cakrawala Inti Nusantara selalu siap untuk menjadi partner dalam pembangunan Indonesia, kami siap untuk terus berinovasi dan menjadi kawan pembangunan dalam segala bidang dan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hubungi kami untuk segala pertanyaan dan hubungan baik bagi setiap pembangunan.

